Rabu, 26 Oktober 2011

Produsen ponsel asal Finlandia, Nokia, meluncurkan smartphone yang menggunakan sistem operasi Windows. Ini merupakan ponsel pertama yang menggunakan Windows, setelah Nokia bekerja sama dengan perusahaan software pembuat Windows, Microsoft.

Perkenalan Windows Phone dari Nokia ini dilakukan dalam konferensi tahunan Nokia World di London, 26 Oktober 2011. Dalam acara ini, dua Windows Phone Nokia diperkenalkan langsung oleh CEO Nokia, Stephen Elop.

Dua Windows Phone itu adalah Lumia 800 dan Lumia 710, yang menggunakan sistem operasi Windows Phone 7.5 atau Mango. Kedua tipe Lumia ini menggunakan touchscreen 3,7 inch. Tapi Lumia 800 dilengkapi dengan layar AMOLED dengan resolusi 800x480, sedangkan Lumia 710 hanya LCD dengan resolusi 480x800.

Kedua tipe Lumia ini juga menggunakan prosesor 1,4GHz. Walau begitu, spesifikasi Lumia 710 dibuat lebih ringan dengan harga lebih terjangkau bagi pangsa pasar menengah.

Dengan dua Windows Phone ini, Nokia melengkapi amunisinya untuk kembali bersaing dengan Apple iPhone dan smartphone berbasis Android.
sumber : vivanew.com
Apa jadinya jika ponsel terbuat dari bahan fleksibel dan elastis seperti karet? Sudah terbayang, perangkat ini akan sangat lentur sehingga bisa ditekuk-tekuk. Nah, ponsel seperti inilah yang baru-baru ini dipamerkan Nokia. Tidak percaya?

Nokia menyebutnya sebagai 'perangkat kinetik'. Prototype ini diperlihatkan vendor ponsel asal Finlandia tersebut di ajang Nokia World 2011 di London. Keunikannya menarik perhatian pengunjung di perhelatan tersebut.

Ya, sebagian navigasi di ponsel ini dapat dilakukan dengan cara menekuk-nekuknya. Misalnya, seperti yang bisa dilihat dalam rekaman video yang diunggah ke YouTube, pengguna ponsel ini bisa menekuk ponsel ke atas dan bawah ketika akan melakukan zoom in atau zoom out gambar di ponsel.

Pengguna juga bisa menekuknya secara menyilang dengan memegang sisi kanan atas dan kiri bawah sebagai gerakan pengganti fungsi scrol ke atas dan bawah.

Berdasarkan laporan CNET yang dikutip detikINET, Kamis (27/10/2011), seorang peraga di booth Nokia mengatakan ponsel ini merupakan hasil eksperimen Nokia dengan mengolah sejumlah karbon nanotube. Bahan ini ditanamkan pada material fleksibel yang memungkinkan perangkat mengontrol navigasi layar dengan menekuknya. Bahan ini rupanya juga cukup kuat dan tahan air.

Lantas akankah Nokia memproduksinya secara massal sebagai ponsel komersial? Nokia tidak mengungkapkannya secara pasti. Namun sumber lain menyebutkan, kemungkinan Nokia akan merilisnya.
sumber : detik.com


















Acer, Rabu (29/9/2011) meluncurkan Acer Aspire S3, menjadi ultrabook pertama yang dipasarkan di Indonesia. Peluncuran yang digelar hari ini juga menjadi kali pertama di dunia, bersamaan dengan peluncuran produk yang sama di Taiwan.

Ultrabook merupakan rancangan notebook masa depan dari Intel yang menyatukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet. Ultrabook ini bisa memberikan performance sekuat notebook namun memungkinkan penggunaan fleksibel, cepat dan selalu terkoneksi seperti produk tablet. Dengan ultrabook, profesional bisa melakukan aktivitas editing dokumen yang selama ini kurang didukung oleh tablet.

Pada saat yang sama, mereka tak perlu membuang waktu membuka dan menghidupkan perangkat seperti ketika memakai notebook. Fitur utama pendukung Acer Aspire S3 ialah Instant On.

"Untuk menyalakan, Anda hanya perlu membuka ultrabook. Untuk mematikan, cukup menutupnya, tidak perlu shut down," kata Jason Lim, Country Manager Acer Group Indonesia dalam konferensi pers hari ini.

Ada 2 macam mode sleep yang dimiliki Acer Aspire S3, yakni Sleep dan Deep Sleep. Pengguna cuma butuh 1,5 detik untuk menghidupkan ultrabook dari mode Sleep dan hanya perlu 6 detik untuk menghidupkan dari mode Deep Sleep.

Fitur lain juga berkaitan dengan soal instan, yakni Instant Connect. Untuk mengakses internet, misal terhubung dengan fasilitas WiFi, hanya perlu 2,5 detik. "Kecepatan ini 4 kali lebih cepat dari kecepatan notebook konvensional," cetus Jason.

Fitur instan yang dimiliki ultrabook Acer ini berhubungan dengan daya tahan baterai. Baterai Acer Aspire S3 bisa tahan selama 50 hari dalam mode Deep Sleep dan bisa tahan selama 7 jam untuk penggunaaan ultrabook secara normal.

"Baterai sangat durable, bisa mencapai 3,5 tahun lama pemakaian, lebih lama dari baterai notebook yang hanya tahan 1 tahun. Baterai tahan hingga 1000 kali recharge," tambah David Lee, Associate Vice President of Mobile Computing Business Unit Acer Inc.

Ultrabook Acer ini didesain dengan ukuran 13,3 inci, memberikan kenyamanan bagi pengguna yang mengetik lama. Sementara beratnya yang cuma 1,4 kg dan dibungkus material aluminum kokoh membuatnya ringan dan cocok bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Ultrabook ini juga didukung dengan prosesor Intel Core generasi kedua untuk mengoptimalkan performance.

Tersedia juga varian lengkap dengan HDD sampai 500 GB untuk mendukung penyimpanan beragam data serta media. Rencananya, ultrabook ini sudah akan tersedia di pasar Indonesia Oktober mendatang dengan harga Rp 7 jutaan. Target marketnya sendiri adalah profesional yang punya mobilitas tinggi dan diprediksi akan menuai respon bagus dari pasar Indonesia.

Meski memadukan keunggulan tablet dan notebook, ultrabook ini tidak dirancang untuk menggantikan keduanya. "Kita hanya memberikan banyak pilihan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna," ungkap David.


sumber : Kompas .com